Kisah teladan yang akan saya sampaikan kali ini adalah kisah
seorang simbah atau tepatnya seorang nenek yang berjuang mencari jalan rejeki. Kisah
ini saya ambil dari status fb ibu bertha suranto , berikut ini kutipan yang saya
ambil dari status beliau.
Simbah Penjual Lupis
Selagi aku bertani dipinggiran rumahku pagi ini, aku disapa
sama nenek2 penjual ini.
Nenek : Bu, mundut lupis mboten..
(Bu, mau beli lupis ndak )
Aku : Nggih mbah
Nenek : Kulo, mlebet nggih bu
(Saya masuk ya bu)
Aku : monggo..monggo bu..
Wah simbah e dodolan sambil crito cara membuat lupis(sambil
jualan crita membuat lupis)..
Dan simbah e sudah kurang pendengarannya..jadi aku
ngobrolnya sambil ketawa2 krn ditanyain jawabnya dah gak nyambung..hahahhaha
YO wis ben ...aku salut semangatnya...setiap hari jalan kaki
dari Jalan Kabupaten ke arah sini kira2 5km.
Anaknya 3...laki2 semua dan 2anaknya ndak tau dimana krn
sudah 4tahun lebih ndak pernah pulang. Dia pernah sore2 muter2 mencari anaknya.
Lalu ditolong seorang Polisi..dipanggilin becak untuk pulang dan becaknya
dibayarin Polisi. Demi menyambung hidupnya ya dia berjualan lupis tiap hari
ndak mau minta2. Ibu Kusno yang menterjemahkan untuk ku malah nangis ndengerin
ceritanya smile emotikon
Aku terpana melihat orang2 seperti simbah...dia Kartini
bagiku.
Mbungkusin lupis tangannya sudah buyutan(gemetaran)...
Bersyukur bisa berinteraksi sm simbah ini membuatku
menyadari bahwa aku sangat diberkati...dan Allah pun memberkati simbah ini
karena tiap hari jualannya habis. Senang berkenalan denganmu Mbah.
Dari kisah simbah yang disampaikan ibu bertha suranto
diatas kita bisa mengambil banyak hikmah. Betapa gigihnya simbah itu dalam
mencari rejeki walau dengan kondisi yang sudah sangat sepuh, betapa malunya
kita yang muda-muda bila hidup tanpa karya. Apapun pekerjaan kita, bagaimanapun
kondisi kita kita harus tetap berkarya, tetap bergerak. Semua punya bagian
sendiri-sendiri untuk melengkapi kehidupan ini. Semoga kisah simbah penjual kue lupis ini bisa menjadi kisah teladan.

0 komentar:
Posting Komentar