Mbah Djenggot

Premium blogger template with seo friendly feature and responsive design

Jumat, 29 April 2016

Makna tersembunyi Filosofi jawa yang ada dalam bilangan jawa

Filosofi jawa yang ada dalam bilangan jawa akan saya ulas dalam bahasa indonesia. Filosofi ini terdapat dalam bilangan 21 (duapuluh satu), 22 (duapuluh dua), sampai dengan 29 (dua puluh sembilan) dan dalam beberapa bilangan liannya. Bilangan bilangan tersebut dalam bahasa jawa tidak diberi nama 21 (rongpuluh siji), 22 (rongpuluh loro) dan seterusnya. Melainkan 21 (selikur), 22 (rolikur) sampai dengan 29 (songo likur). Nah di situ terdapat satuan likur. Arti dari kata tersebut sesungguhnya kependekan dari LIngguh Kursi atau duduk di kursi dalam bahasa indonesia.

Kata tersebut memiliki makna bahwa manusia pada umur antara 21-29 pada umumnya merupakan umur dimana mendapatkan "tempat duduknya" , dalam arti pekerjaannya. Yaitu pekerjaan yang akan ditekuni dalam kehidupannya. Tetapi di sini dalam bilangan bilangan tersebut ada penyimpangan yaitu pada urutan angka 25. Di sini tidak disebut limang likur, tetapi 25 (selawe). Selawe sendiri memiliki makna SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok). Yaitu pada umur 25 (selawe) pada umumnya merupakan masa puncak asmara antara laki-laki dan perumpuan , dimana ditandai dengan perlangsungan pernikahan (dadi manten).
Selain bilangan-bilangan tersebut nanti pada bilangan 50 juga ada penyimpangan, dimana pada bilangan puluhan disebut sepuluh, rongpuluh, telung puluh, patang puluh, seharusnya limang puluh. Tetapi 50 di sini menyimpang menjadi SEKET. Bilangan ini mempunyai makna SEKET (SEneng KEThonan : yaitu suka memakai kethu/tutup kepala topi/kopiah. Memakai kethu ini untuk menutupi botak atau rambut yang memutih sebagai tanda bahwa usia semakin lanjut. Juga bisa untuk penghangat kepala karena usia sudah tidak tahan hawa dingin.



Di sisi lain bisa juga Kopiah atau peci yang melambangkan bahwa semakin lanjut usianya seharusnya sudah lebih taat dalam beribadah. Pada usia 50 th mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal memasuki kehidupan akherat yg kekal dan abadi.
Setelah itu kemudian masih ada lagi satu bilangan yang menyimpang yaitu 60, di sini bilangan tersebut tidak disebut  enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK. SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK). yang memiliki makna atau arti  : sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang. Harus sudah siap dipanggil menghadap Tuhan. Semoga tulisan ini bermanfaat walau bukan sebagai acuan cuma sebagai gambaran saja. 

Makna tersembunyi Filosofi jawa yang ada dalam bilangan jawa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: admin

0 komentar:

Posting Komentar